F: Industri mobil (daylife)
JAKARTA - Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Budi Darmadi mengatakan, ekspansi Toyota tersebut bukan merupakan relokasi dari Jepang.
“Yang di Jepang tetap eksis,” kata Budi, di Jakarta, Rabu (25/5/2011). Selain itu, Budi mengaku, ke depan, bakal ada sekira 20 vendor automotif yang akan berinvestasi di Indonesia. “20 vendor akan masuk ke sini dari Jepang, mulai dari AC mobil hingga tangki bensin. Satu vendor itu akan menyerap sebanyak 150 orang tenaga kerja,” jelasnya.
Di bagian lain, terkait soal program mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car), Budi menambahkan, regulasinya masih digodok oleh pemerintah. Namun, Budi memastikan, kemungkinan besar pemerintah akan memberikan keringanan berupa pengurangan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).
Bahkan, kata dia, pemerintah juga akan memberikan insentif pajak lain bagi prinsipal yang siap untuk produksi mobil low cost and green car. “Yang pasti program ini merupakan program melawan arus. Karena biasanya green car itu mahal. Nah di Indonesia, green car dengan low cost artinya terjangkau,” tuturnya.
Menurut Budi, prinsipal kendaraan yang siap untuk produksi adalah dari Asia, seperti Jepang. “India dan China sih katanya mau, tapi belum se-intens seperti jepang. Targetnya, pada 2012, sudah bisa produksi. Kita usahakan volume produksinya tercapai sesuai permintaan pasar,” tutup Budi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar